Pane adalah alat untuk mendinginkan (angi) nasi yang usai dimasak. Alat itu dipakai secara berpasangan dengan centhong (alat pengaduk nasi) dan ilir (kipas). Caranya, nasi yang masih panas dipindahkan ke Pane, lalu diaduk-aduk dengan centhong sembari dikipas-kipas dengan ilir. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk mendinginkan nasi di Pane berlangsung 5 hingga 10 menit.

Bahan baku Pane adalah kayu, bisa kayu jati, mahoni, sawo, maupun jenis kayu keras lainnya yang sudah berdiameter 50-60 cm atau pohon yang berumur 15-20 tahun. Warga Dermaji percaya pohon bahan baku Pane sebaiknya ditanam sendiri oleh pemiliknya. Di sinilah sisi kearifan warga Desa Dermaji dalam mendorong menanam pohon, baik konservasi maupun perekonomian berbasis lingkungan.

Pane berbentuk tabung beda sisi, sisi bawah 15-25 cm dan sisi atas 40-50 cm, dengan tinggi 15-20 cm. Menurut Purwadi (55), warga RT 02 RW 5 Dusun Citunggul, Desa Dermaji, nasi yang didinginkan dengan Pane makin pulen dan tahan lama (tidak cepat basi). Selama ini, keluarganya selalu menggunakan Pane untuk mendinginkan nasi.

“Kawit cilik, kula maem nasi sing diangi nganggo Pane. Dugi saniki, tradisi niku mboten ilang (Sejak kecil saya makan nasi yang didinginkan dengan Pane. Hingga kini, tradisi itu tidak hilang),” ujarnya.

Pendapat Purwadi dikuatkan oleh warga lainnya. Kepemilikian Pane diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi, karena Pane bisa digunakan hingga puluhan hingga ratusan tahun, tergantung umur kayu yang dipergunakan.

Selain untuk mendinginkan nasi, Pane menjadi simbol ritual kebudayaan warga Desa Dermaji, terutama dalam ritual sunatan. Pada zaman dulu, Pane menjadi tempat duduk bagi pengantin sunat atau anak yang akan sunat. Caranya Pane diletakkan di halaman rumah, lalu ditutup dengan kain putih (mori), selanjutnya pengantin sunat duduk di atasnya selama prosesi sunatan.

Sebelum duduk di atas Pane, pengantin sunat akan berendam di sungai (kedung) selama 2 jam. Setelah itu, pengantin sunat diarak dari sungai ke halaman rumah dengan arak-arakan sanak saudara sebari diiringi musik rebana. Namun, bila pengantin sunat dari kelas keluarga berada biasanya pengantin duduk di kepala kerbau atau sapi.

Alat yang dibutuhkan untuk membuat Pane berupa pethel, tatah (pahat), dan serut untuk menghaluskan. Untuk membuat lubang atas dengan tatah. Hampir semua tukang kayu bisa membuat Pane. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat Pane memakan waktu 2-3 hari.