Cangkriman adalah sebuah benda yang terbuat dari bambu yang biasanya di gantungkan di atas dongdang ( ayunan ) bayi yang baru lahir. Cangkriman biasanya di lengkapi dengan benda-benda lain yang jenisnya sudah di tentukan oleh dukun bayi ( nini guni).

Pembuatan cangriman memiliki tingkat kesulitan yang tinggi,oleh karena itu tidak semua orang bisa membuat benda tersebut,tidak hanya  kemampuan membuat tapi juga dibutuhkan kesabaran dan ketelitian. Salah satu orang yang bisa membuat cangkriman adalah bapak Tasyono di Citunggul desa Dermaji RT 04 RW 05. Dia sudah biasa dimintai tolong untuk membuat cangkriman ketika ada bayi yang lahir di lingkungan sekitar rumahnya. Menurutnya kemampuan membuat cangkriman yang dia miliki adalah warisan dari orang tuanya,dia merasa beruntung memiliki kemampuan itu karena tidak semua orang mampu melakukan apa yg dia lakukan sehingga dia bisa membantu orang-orang di sekelilingnya dengan kemampuan yang dia miliki.

Tujuan      :  menurut Ny. Rustaji, dukun bayi/nini guni atau yang akrab di panggil “indung Salud”, penggunaan cangkriman bukan hanya sekedar hiasan di yang digantung di atas ayunan ( dongdang) bayi, tapi ada makna dan pesan mendalam dari penggunaan cangkriman tersebut. Dengan tingkat kesulitan yang tinggi cangkriman bisa di buat dengan bermodalkan kemampuan,ketelitian dan kesabaran. Itulah harapan yg ingin di tanamkan kepada bayi yang baru lahir,agar mereka dapat menghadapi dan menyelesaikan segala kesulitan atau permasalahan hidup yang kelak akan mereka temui dengan kesabaran,ketelitian dan kemampuan yang mereka miliki.

Bahan       : 1 batang bambu yang tidak terlalu tua ( bambu tali)

Alat          : gergaji

Pisau (lading)

Penggaris

Penanda (pensil )

Cara membuat   :

Pilih bambu yg tidak terlalu tua,biasanya jenis bambu yang digunakan adalah bambu tali,karena bambu jenis ini biasanya lebih tebal dari jenis bambu yang lain sehingga akan lebih mudah ketika bambu itu di belah menjadi beberapa bagian. Potong bambu (+/- )30 cm,kemudian belah potongan bambu tersebut menjadi lebar (+/-) 2 cm lalu buang kulit bambu yg berwarna hijau dan rapikan.

Beri garis tengah pada bambu kemudian belah pada samping kanan dan kiri tapi jangan sampai lepas.

Belah bambu pada bagian atas dan bawah lalu potong bambu bagian tengah sampai lepas kemudian tarik bambu bagian tengah sampai membentuk cangkriman.

Ikat di beberapa bagian dengan tali yang terbuat dari bambu. (Andi Dwi Atmoko)

%d blogger menyukai ini: