Desa Dermaji adalah desa perbukitan yang terletak di wilayah Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Luas wilayah Desa Dermaji mencapai 1.302 hektar, dengan 500 hektar diantaranya adalah hutan negara.

Penduduk Desa Dermaji yang berjumlah lebih dari 5.800 jiwa, tinggal tersebar di 10 grumbul. Beberapa grumbul letaknya saling berdekatan, namun beberapa grumbul yang lain dipisahkan oleh perbukitan dan hutan. Jarak antar grumbul bisa mencapai 1 hingga 5 kilometer. Jauhnya jarak antar grumbul ditambah dengan belum memadainya infrastruktur desa, menyebabkan mobilitas masyarakat seringkali menjadi terhambat. Pada musim hujan misalnya, masyarakat tidak bisa menggunakan kendaraan roda dua untuk menuju ke beberapa grumbul.

Demikian juga dengan aktifitas yang terkait dengan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik. Kegiatan pembangunan dan pelayanan publik seringkali terhambat. Informasi tentang kegiatan pemerintahan dan pembangunan juga tidak bisa secara cepat diketahui oleh masyarakat. Sosialisasi kegiatan pembangunan hanya bisa dilakukan melalui pertemuan-pertemuan yang dilakukan secara berkala 2 sampai 3 bulan sekali di balai desa. Itupun dengan peserta yang jumlahnya terbatas. Kelompok pemuda, sebagai kelompok strategis tidak bisa terlibat secara optimal.

Selanjutnya, letak Desa Dermaji yang berada di ujung paling barat wilayah Kabupaten Banyumas menjadikan Desa Dermaji seperti daerah terpencil. Jarak yang relatif jauh dari pusat kota, sekitar 55 kilometer, seringkali menyebabkan keengganan pejabat supra desa berkunjung ke Desa Dermaji. Hal ini membuat potensi Desa Dermaji tidak banyak dikenali, baik oleh pihak supra desa maupun publik secara umum.

Kondisi semacam itu menjadikan proses pembangunan desa tidak bisa berlangsung lebih cepat, karena dukungan-dukungan yang diperlukan juga tidak bisa diperoleh secara optimal. Maka upaya melakukan pengelolaan informasi dengan cara-cara baru perlu dibuat. Pengelolaan informasi yang baik dalam kegiatan pembangunan diharapkan dapat meningkatkan dukungan berbagai pihak dan memperkuat modal sosial.

Pentingnya pengelolaan informasi dalam pembangunan desa membuat Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho pada tahun 2008 menginisiasi sekaligus meluncurkan sebuah blog, http://www.pemdesdermaji.blog.com. Melalui blog ini harapannya berbagai informasi kegiatan pembangunan bisa secara cepat tersebar. Blog juga menampilkan data statistik desa, seperti data kependudukan, data kepemilikan tanah, data kelembagaan, dan sebagainya.

Sasaran dari blog ini adalah pihak di luar desa, seperti supra desa dan publik secara umum, termasuk masyarakat Desa Dermaji yang sedang bekerja di kota-kota besar di Indonesia dan masyarakat Desa Dermaji yang bekerja di luar negeri, yang jumlahnya mencapai 10 persen dari jumlah penduduk desa.

Sasaran lainnya adalah anak-anak Desa Dermaji usia SMA dan mahasiswa. Sebab mereka inilah yang memiliki kemungkinan untuk mengakses internet usai sekolah maupun kuliah di kota.

Pada perkembangannya, blog ini sering dijadikan rujukan, khususnya dalam pengambilan data sekunder untuk penulisan artikel ilmiah dan laporan kegiatan kemahasiswaan.

Agar tampilan media informasi desa lebih menarik lagi, di tahun 2009, Kades Dermaji membuat website baru, yaitu http://www.dermaji.net. Konten website ini sama dengan konten blog http://www.pemdesdermaji.blog, namun dengan tampilan yang berbeda. Sasaran utama pembacanya sama. Tujuan diluncurkannya website ini, agar Desa Dermaji dengan berbagai potensinya bisa dikenal lebih luas oleh publik.

Dalam dua tahun perjalanan, website tersebut ternyata tidak mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan. Maka di tahun 2011, Kepala Desa Dermaji mulai menyusun strategi baru. Untuk menunjukkan identitas keindonesiaan, nama website diubah menjadi http://www.dermaji.or.id.

Kepala Desa Dermaji juga mulai melakukan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat. Materi sosialisasi menyangkut soal manfaat dan fungsi website desa.

Kolaborasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, seperti pegiat IT, pegiat desa, relawan TIK, blogger Banyumas, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Mereka banyak terlibat sebagai narasumber pelatihan pemanfaatan website desa. Pesertanya adalah perangkat desa, karang taruna, guru sekolah dasar, kader pembangunan desa, kader perempuan, dan beberapa pengurus lembaga kemasyarakatan desa.

Untuk mempercepat penyebaran informasi, Desa Dermaji juga membuat akun resmi di media sosial. Ada akun facebook Desa Dermaji, akun twitter @desadermaji, dan akun instagram @desadermaji. Tingkat kunjungan ke website pun semakin meningkat.

Pada tahun 2013, seiring dengan ditetapkannya nama domain baru untuk desa oleh Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI), yaitu desa.id, Kepala Desa Dermaji kembali mengubah nama domain website nya menjadi https://www.dermaji.desa.id.

Informasi dalam website desa juga semakin beragam. Selain informasi kegiatan pemerintahan dan pembangunan, website desa juga menampilkan informasi tentang koleksi benda-benda yang ada di museum Desa Dermaji.

Kebetulan di pertengahan tahun 2013, Desa Dermaji meresmikan dibukanya sebuah museum desa yang dinamakan Museum Naladipa. Museum ini berisi benda-benda teraga yang pernah digunakan oleh masyarakat Desa Dermaji dalam mempertahankan hidupnya. Ada alat-alat pertanian, alat-alat rumah tangga, berbagai perlengkapan kegiatan tradisi, dan lain-lain. Museum desa adalah sarana penghubung pengetahuan antargenerasi.

Selanjutnya, untuk memudahkan pengunjung mengetahui informasi berbagai benda koleksi di museum, pada benda-benda tersebut dipasang kode yang bisa terhubung dengan aplikasi qrcode. Pengunjung tinggal melakukan scanning tepat pada kode yang ada di benda-benda museum, dan secara otomatis akan terhubung ke website desa, dan disitulah deskripsi mengenai benda-benda itu dapat dibaca.

Pada tahun 2015, dalam rangka meningkatkan partisipasi, Kepala Desa Dermaji menginisiasi pendaftaran online melalui website desa bagi masyarakat yang menghendaki menjadi peserta musyawarah pembangunan desa. Selanjutnya untuk meningkatkan transparansi, website desa juga dijadikan sarana untuk menampilkan dokumen perencanaan pembangunan dan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Kepala Desa Dermaji juga membuat website baru http://www.dermajiku.id. Website ini adalah website khusus yang ditujukan sebagai wadah ide masyarakat untuk menjadikan Desa Dermaji semakin maju. Website ini sering disebut juga sebagai kanal membangun mimpi bersama.

Di tahun 2016, website Desa Dermaji dilengkapi juga dengan tampilan produk desa. Fitur ini adalah bagian dari rintisan layanan e-commerce. Fungsi utamanya untuk mempromosikan berbagai produk olahan yang dibuat oleh masyarakat Desa Dermaji.

Website desa bisa menjadi sebuah platform yang memungkinkan berbagai informasi penting yang dibutuhkan masyarakat ditampilkan. Ini adalah sebuah cara baru menyampaikan informasi pembangunan desa yang cepat, mudah dan murah. Dalam website desa, informasi yang ditampilkan tidak hanya dalam bentuk tulisan saja, tetapi bisa berupa foto dan video.

Melalui website desa, informasi bisa segera tersebar dan diketahui masyarakat. Dan pada saat yang sama berbagai umpan balik dari masyarakat, berupa komentar dukungan maupun saran dan kritik yang bisa dibaca di kolom komentar website maupun di media sosial, khususnya facebook, bisa segera diketahui pula. Umpan balik ini penting, karena bisa menjadi bahan masukan bagi peningkatan kinerja pemerintahan dan pembangunan.

Website desa juga bisa menjadi media untuk meningkatkan transparansi. Dokumen perencanaan pembangunan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) bisa ditampilkan dalam website itu. Dengan demikian, website desa bisa menjadi sarana yang cukup efektif bagi terwujudnya keterbukaan informasi publik di desa.

Melalui website desa, berbagai produk desa juga bisa ditampilkan. Website desa, dengan demikian bisa menjadi media untuk promosi. Melalui pengelolaan website yang baik, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi transaksi ekonomi yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

0 Shares