Tugu Selamat Datang menjadi tanda memasuki wilayah Desa Dermaji

Tugu Selamat Datang menjadi tanda memasuki wilayah Desa Dermaji

Ada sebuah pemandangan baru yang kini bisa dilihat saat memasuki wilayah Desa Dermaji dari arah selatan. Tepatnya di pertigaan Pasir Tenggek Grumbul Karangjambu, kini kita bisa melihat ada sebuah tugu selamat datang. Tugu dengan ketinggian sekitar 2 meter yang berada di kanan kiri jalan mampu mempertegas gerbang memasuki pusat Desa Dermaji. Dengan warna putih yang dominan dikombinasikan dengan warnah merah dan hitam pada beberapa bagian, menambah cantik tugu selamat datang. Tugu selamat datang tersebut sekaligus juga memperindah pemandangan di Desa Dermaji yang memang dikenal cukup eksotis.

Tugu yang diresmikan bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 67, tepatnya tanggal 17 Agustus 2012 itu menjadi monumen kebanggaan anak-anak muda Desa Dermaji terhadap desanya. Tugu tersebut memang dibangun atas inisiatif dan dana dari anak-anak muda yang sebagian besar berada di perantauan, yang tergabung dalam komunitas Dermaji Mania. Adi Riyadi, koordinator komunitas Dermaji Mania, yang juga akrab dipanggil dengan nama AA, mengatakan bahwa pembangunan tugu selamat datang menghabiskan dana sekitar 6 juta rupiah. Dana tersebut diperoleh dari iuran anggota Dermaji Mania yang dilakukan setiap bulan. “Tugu selamat datang kami persembahkan secara khususuntuk desa kami, dan merupakan wujud kebanggaan dan kecintaan kami kepada Desa Dermaji”, ungkap AA.

Menanggapi inisiatif anak-anak muda tersebut, Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho, mengatakan sangat apresiatif terhadap apa yang dilakukan oleh anak-anak muda yang berada dalam komunitas Dermaji Mania. “Mereka, para Dermaji Mania, saya tahu betul sangat bangga terhadap desanya. Mereka sering juga berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa, seperti pembangunan masjid, donor darahdan sebagainya. Saya sangat memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap upaya-upaya anak-anak muda ini dalam membangun desanya”, ungkap Bayu.

%d blogger menyukai ini: