DERMAJI.DESA.ID – Inovator dan sekaligus kreator asal Desa Dermaji Kecamatan Lumbir, Wahyu Cahyoko diundang untuk mengikuti diskusi yang diselenggarakan di Aula Bappedalitbang, Rabu – Kamis (20-21/2/2019). Wahyu hadir bersama Ritno, yang juga sebagai pengurus karang taruna Bima Sakti Desa Dermaji. Diskusi dibingkai dalam sebuah acara bertajuk “Saberina Inovator Hubs” yang diselenggarakan oleh Tim Satuan Bersama Pengembangan Kreatifitas dan Inovasi (Tim Saberina) Kabupaten Banyumas. Tim ini dibentuk oleh Bappedalitbang Kabupaten Banyumas yang bertugas mendokumentasikan serta mengembangkan berbagai kreasi dan inovasi yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas.

Joko Prianto selaku penanggung jawab kegiatan mengapresiasi dan berterimakasih atas kehadiran para peserta.

“Kami mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada seluruh peserta atas kehadirannya, dan semoga acara yang merupakan kelanjutan dari kegiatan krenova tahun lalu ini bisa bermanfaat untuk mengembangkan inovasi dan kreatifitas di Kabupaten Banyumas di masa-masa yang akan datang”, jelas Joko.

Wahyu diundang dalam kapasitasanya sebagai inovator dan penggerak kegiatan pemanfaatan limbah kayu menjadi kerajinan tangan. Kegiatannya dilakukan di Gunung Kembar Art Gallery.

Saberina Inovasi Hubs dilakukan dalam rangka menghubungkan berbagai hasil kreasi dan inovasi yang ada agar bisa menemukan solusi serta pemecahan masalahnya dalam pengembangannya. Pada acara tersebut ada 11 tim kreator yang diundang.

Pada kesempatan itu masing-masing kreator menyampaikan hasil inovasi dan kreasinya di depan para stakeholder termasuk permasalahan dalam pengembangannya.

Wahyu memaparkan beberapa kegiatan inovatif yang ada di Desa Dermaji yang mungkin bisa diterapkan di daerah lain. Salah satunya yaitu pemanfataan limbah kayu. Limbah kayu yang sudah tidak terpakai bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi. Misalnya bisa dibuat menjadi gantungan kunci, papan nama, plakat, dan lain-lain.

Sementara itu Ritno menambahkan kegiatan pemanfaatan limbah kayu bisa dilakukan karena adanya kerja sama dengan karang taruna. Melalui wadah karang taruna, berbagai inovasi dan kreatifitas bisa diwujudkan karena karang taruna bisa menjadi tempat lahirnya berbagai gagasan yang inovatif.

Stakeholder yang hadir pada acara tersebut yakni perwakilan dari Bank Indonesia, Joko Motor Purwokerto, Dinsospermasdes Kabupaten Banyumas, Dinperindag Kabupaten Banyumas, LPPM Unsoed, LPPM UMP, dan LPPM Amikom.