IMG_20151119_090301Listrik di Desa Dermaji pertama kali masuk pada tahun 1983-1984. Saat itu, tiang listrik di pasang dengan mengikuti alur jalan utama disetiap dusun. Dengan adanya pembangunan di setiap wilayah dusun, terjadi beberapa pengalihan fungsi jalan dan perkembangan wilayah penduduk. Hal ini menjadikan ada blok di wilayah dusun 2 Citunggul yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik. Diantaranya adalah Blok Cimencos dan Ciwalen di RW 6 Pangkalan,  Blok Ciwalen, Ciposing dan Prukpug  di RW 5 Citunggul dan Blok Cinunclu, Dengkeng di RW 4 Sirongge.

Tenaga listrik merupakan sumber daya Energi yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pendorong kegiatan ekonomi untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran yang merata. Hal itulah yang mendorong  Kusmaryo, Ketua RT 05 RW 05 Citunggul untuk membuat proposal pengajuan kepada PT. PLN.  Menurutnya perluasan jaringan listrik merupakan tanggung jawab Pemerintah dan juga menjadi tanggung jawab PT. PLN

Dorongan hati untuk membantu masyarakat agar mendapatkan penerangan listrik tersebut pun membuatnya harus berjuang mengusulkan perluasan jaringan kepada PT. PLN. Hasilnya, pada tahun 2014 lalu ia berhasil memperjuangkan  pemasangan jaringan listrik di Cinuclu, Ciposing, Ciwalen dan Cimencos wilayah dusun 2 Citunggul. Baginya penerangan listrik bukan lagi hal yang biasa melainkan sudah menjadi kebutuhan pokok  yang harus di miliki oleh setiap warga masyarakat.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat serta Pemerintah Desa dan pihak terkait, baik menjamin kepada pihak PT. PLN dan pihak pelaksana pekerjaan, akhirnya pelaksanaan penambahan jaringan listrik baru ini bisa terlaksana dengan baik. Walaupun berbagai kendala terjadi, diantaranya ijin penebangan pohon yang di lewati jaringan listrik ataupun lainnya.

“Intinya   proses pengajuan jaringan listrik untuk masuk ke grumbul itu tidak semudah membalik telapak tangan, perlu waktu dan proses. Proses penambahan jaringan saat ini dalam tahap melakukan pemasangan kabel di wilayah Ciposing dan Dengkeng, dan sesuai rencana  semuanya akan rampung sampai tahap penyalaan di akhir Nopember ini”, kata Kusmaryo saat ditemui rumahnya.

“Saya sangat senang dan mendukung sepenuhnya Program Pemerintah dan PT. PLN. Dengan adanya jaringan ini diharapkan nantinya tidak ada lagi kabel-kabel saluran yang berserakan di wilayahnya”, ujar Madmuhidin (40). Memang kabel saluran yang kelihatannya sangat tidak teratur tentu sangat berbahaya. Karena biasanya kabel tersebut di kaitkan pada pohon-pohon atau kayu dikebun warga. (Yhon Ctgl)

0 Shares