Kepala Desa Dermaji mensosialisasikan Kartu Jamkesmas

Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tahap 1 sudah selesai dilaksanakan, sekarang Perangkat Desa Dermaji di sibukan dengan menyortir Kartu Jamkesmas Tahap II yang baru akhir Pebruari ini didistribusikan dari Kecamatan ke desa-desa.

Untuk Desa Dermaji Tahap I memperoleh 2288 keping dan Tahap II memperoeh 496 kepig. Namun setelah disortir ternyata ada kartu yang tidak jelas nama dan alamatnya. Jadi kuota untuk desa Dermaji baru  sejumlah 2784 keping, yang artinya masih banyak masyarakat belum terdaftar dalam kepesertaan Jamkesmas.

Datangnya Kartu Jamkesmas tersebut menurut Harry Haryono, Kaur Umum di Pemdes Dermaji, di satu sisi  membuat lega. Pasalnya, bagi warga miskin yang sakit bisa menggunakan Kartu Jamkesmas baru. Namun juga menjadi beban pemerintah desa karena dari kuota yang diberikan masih banyak warga miskin yang belum menerima.

Karena  yang memutuskan adalah pemerintah pusat tentu kita harus mensosialisasikan apa adanya. Bagi yang yang belum masuk kuota nanti bisa kita usulkan di Jamkesda atau Program Kartu Banyumas Sehat seperti yang di janjikan oleh calon Bupati Banyumas Terpilih.

Kepala Desa Dermaji , Bayu Setyo Nugroho,S.Sos meminta perangkat desanya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan jelas dan tidak ada yang ditutupi. Karena, siapa saja yang menerima Kartu Jamkesmas adalah menjadi kewenangan pusat yang menggunkan data BPS.

Menurut Harry Haryono jika dilihat dari sisi kemanusiaan, jaminan kesehatan akan lebih manusiawi  jika dalam bentuk Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa.  Sebab namanya strata kaya miskin dimasyarakat itu selalu berubah sehingga ada kalanya yang dulu miskin bisa menjadi kaya dan yang pernah kaya bisa menjadi miskin. Nah itu yang tahu adalah Kepala Desa dan Jajarannya, jadi SKTM lebih manusiawi karena disesuaikan dengan kondisi sesungguhnya. (Yhon Ctgl)

0 Shares