Berawal dari keinginan untuk menjalin silaturahmi sesama warga Dermaji di perantauan, Cahyo Saeko merintis sebuah komunitas yang kemudian diberi label “Paguyuban Wong Dermaji” atau yang sekarang lebih dikenal dengan PWD (baca : PeWeDe). PWD memang bukan organisasi masyarakat Dermaji yang pertama. Di era tahun 90 an kita mengenal IKWAJADI (Ikatan Warga Jakarta Perantauan Asli Dermaji). Sekitar tahun 2010 kita mengenal Dermaji Mania yang begitu fenomenal.

Usia PWD memang baru seumur jagung. Tanggal 20 Maret tahun 2018 ini, usianya baru genap satu tahun. Di usia yang masih belia ini, PWD sudah memiliki 853 anggota aktif . Anggotanya pun tersebar tidak hanya yang berada di Jakarta saja, tetapi menyebar hingga warga perantauan yang berada di luar negeri seperti Taiwan, Korea, dan Saudi Arabia.

Setiap dua bulan sekali markas PWD yang beralamat di Jalan Angsana Raya RT 05/08 No 3b Kepa Duri Jakarta Barat 11510 selalu ramai disambangi oleh anggota yang mengadakan pertemuan rutin. Sambil bersilaturahmi mereka berbagi, saling membantu, membuat program kegiatan sosial kemanusiaan untuk meringankan beban sesama warga Dermaji. Tidak salah jika PWD yang mempunyai motto “Sedesa, Sedulur, Selawase “ dalam waktu relatif singkat banyak melakukan kegiatan sosial. Meski mungkin nilainya tidak seberapa tapi patut kita beri acungan jempol.

Kegiatan bedah rumah merupakan satu program yang sukses dilaksanakan. Dalam waktu 4 bulan terakhir PWD berhasil melakukan 7 kali bedah rumah yang tersebar di grumbul Gempol, Karang Duren, Karang Jambu, Karang Gedang, Sirongge, Citunggul, dan Pangkalan. Ini tentu berkat kerjasama dan komunikasi yang baik dari masing-masing koordinator tiap wilayah dengan Koordinator Lapangan.

Kondisi geografis Desa Dermaji yang berada di wilayah pegunungan dan sangat rawan akan bencana alam, membuat Pengurus PWD memutar otak untuk membuat program tanggap bencana yang dinamakan “SIBENDER” (Siaga Bencana Dermaji ). Mereka bergerak cepat, mencari donatur, melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Dermaji, bergotong royong melakukan evakuasi korban bencana dan berhasil membagikan 24 paket sembako.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Desa Dermaji, Bapak Bayu Setyo Nugroho mengucapkan terima kasih yang setinggi – tingginya kepada PWD yang turut membantu sesama warga Dermaji. Ini adalah bentuk solidaritas tanpa batas, salah satu bentuk “keguyuban” sesama warga Dermaji. Selain dalam bidang sosial kemanusiaan, PWD juga turut mendukung kegiatan keagamaan seperti kegiatan Santuan Yatim Piatu serta dalam berbagai kegiatan Peringatan Hari Besar Islam.

Menurut Mas Eko, dalam menyambut Hari Lahir PWD yang pertama ini, masih banyak angan-angan yang belum bisa direalisasikan misalnya membantu rehabilitasi infrastruktur wilayah Dusun 1 dan 2, membantu biaya operasional POS PAUD di seluruh Desa Dermaji, Pengadaan sarana komunikasi berupa radio/ HT untuk kelancaran penanggulangan bencana.

Akhirnya kita berdoa semoga di Harlah yang pertama ini, anggota PWD tetap kompak, dan selalu “bisa gawe bungah” seluruh warga masyarakat Dermaji.

(Penulis: Duto Prasetyo)