Semangat “Gotong Royong” yang masih tetap terjaga dan terpelihara sampai saat ini

“Budaya” sebuah kalimat yang menekankan tentang seni dan religi. Desa Dermaji kaya akan kebudayaan dan tradisi yang dirasa menjadi penting untuk dipertahankan bahkan ditumbuh kembangkan. Kalau kita perhatikan hampir di setiap dusun/grumbul memiliki potensi masing-masing. Prilaku hidup, baik dari segi bahasa, aksen ucapan, tradisi dan pola hidup ternyata banyak perbedaan.

Menurut Bapak Soewarto,A.Ma.Pd,  tokoh masyarakat di Grumbul Citunggul, masyarakat Desa Dermaji sepatutnya berbangga dengan keaneka ragaman tersebut, karena itu merupakan hasil budaya dan merupakan potensi desa.  Kebersamaan dan keselarasan hidup bermasyarakat (harmonisasi) yang selama ini tetap terjaga tentu akan semakin menguatkan potensi desa secara umum.

Contoh kongkritnya adalah dalam hal pembangunan, baik pembangunan jalan umum maupun di lingkungan masing-masing. Juga misalnya dalam tradisi, “nyambat” membuat rumah atau membuat kandang ternak. Warga akan dengan suka rela membantu dari segi material atau yang lainya. Juga tradisi anjangsana, atau berkunjung ke rumah tetangga, walau hanya sekedar juguran “lek-lekan” akan semakin menambah keakraban antar warga.

Ini salah satu yang menjadikan  eksistensi  budaya masyarakat Desa Dermaji  begitu dikenal dengan ciri khas masyarakat yang lugu, santun dan bersahabat.  Bahkan karakter asli warga desa sudah dikenal diberbagai daerah khususnya desa Tetangga. Menurut Bapak Soewarto, itu semua merupakan kearifan lokal yang harus dijaga dan pertahankan. (Yhon Ctgl)

0 Shares