Kepala Desa Dermaji, Pengurus LP2A, tokoh agama dan tokoh masyarakat sedang musyawarah pembahasan program kerja Masjid Baiturrahman

Kepala Desa Dermaji, Pengurus LP2A, tokoh agama dan tokoh masyarakat sedang musyawarah pembahasan program kerja Masjid Baiturrahman

Baiturrahman akhirnya dipilih menjadi nama untuk Masjid Jami Desa Dermaji.  Nama tersebut ditetapkan bersamaan dengan acara musyawarah penyusunan program kegiatan masjid yang dilaksanakan Sabtu, 27 Juli 2013. Musyawarah diikuti oleh Kepala Desa Dermaji, Ketua LP2A Desa Dermaji, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa KKN Unsoed Purwokerto, dan Jama’ah Masjid Baiturrahman.  Selain penyusunan program, musyawarah juga menetapkan badan pengurus masjid.

Masjid Baiturrahman dibangun pada akhir tahun 2012.  Pada awalnya Masjid Baiturrahman bernama Masjid Al-Fatah, karena memang Pembangunan Masjid Baiturrahman dilakukan dalam rangka memindahkan Masjid Al-Fatah yang kondisinya sudah tidak lagi bisa menampung jamaah.  Namun dalam perkembangannya ternyata Masjid Al Fatah masih dibutuhkan oleh warga sekitar untuk beribadah.  Sehingga, masjid yang baru dibangun diberi nama lain, yaitu menjadi Masjid Baiturrahman.  Sementara Masjid Al Fatah tetap menjadi masjid yang bisa digunakan untuk sholat berjamaah bagi warga sekitar.

Masjid Baiturrahman berada di lokasi yang cukup strategis dan lebih luas dibandingkan dengan masjid sebelumnya, yaitu Masjid Al Fatah.  Masjid Baiturrahman berada di tepi jalan utama Desa Dermaji dan dibangun dalam waktu 70 hari yang mengandalkan kekuatan utama gotong royong masyarakat.