image

DERMAJI.DESA.ID – Lebih dari 40 orang pelaku Program Generasi Sehat dan Cerdas, Kabupaten Subang Jawa Barat, Rabu (31/08/2016) melakukan kunjungan belajar ke Desa Dermaji. Dalam rombongan yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat diantaranya Dra. Aida Gunawaty Kabid Permas Kabupaten Subang membawa 7 (tujuh) orang dari Pemerintah Kabupaten Subang, juga ikut serta pegiat desa dan para pelaku pembangunan di wilayah Subang.

Kunjungan belajar dari Kabupaten Subang ke Desa Dermaji di inisiasi oleh Generasi Sehat dan Cerdas Kabupaten Subang yang di kordinir oleh Ir. Vina Endah Warni.

Dalam sambutan pengantarnya, yang diwakili Dra. Aida Gunawaty, mengatakan bahwa maksud dari kunjungan ke Desa Dermaji adalah untuk belajar mengenai proses Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa (RPJMDesa, RKPDesa dan Penganggaran Desa)  termasuk kebijakan dalam menyusun Perdes yang berkaitan dengan Kegiatan Pelayanan Sosial Dasar Non Sapras di Desa  Dermaji, pasca ditetapkannya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Aida Gunawaty mengaku bahwa Desa Dermaji menjadi tujuan kunjungan belajar setelah mendapat informasi dari sosial media dan informasi dari rekannya yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun Indonesia. Aida juga  mengatakan sangat berkesan begitu tiba di Desa Dermaji.

“Kesan perjalanan yang lumayan jauh dari Subang-Purwokerto (sekitar 6 jam) tertutup oleh 20 menit perjalanan dari Kedunggede (Lumbir) sampai ke Desa Dermaji yang penuh tantangan. “Kita benar-benar menuju ke sebuah desa yang sebenarnya” kata Aida.

Vina Endah Warni, Fasilitator Kabupaten untuk Program GSC menyampaikan bahwa dengan kunjungan ini ia sangat berharap mendapatkan banyak ilmu yang nantinya bisa diterapkan di desa-desa di Kabupaten Subang

Setelah acara sambutan, selanjutnya dilakukan paparan tentang strategi membangun desa yang disampaikan oleh Harry Haryono mewakili Kepala Desa Dermaji.

Dalam paparannya, Harry menyampaikan bahwa dalam membangun desa, Dermaji menggunakan lima strategi utama. Kelima strategi itu adalah menguatkan partisipasi, mencetak warga potensial untuk menjadi fasilitator dan kader pembangunan, mengembangkan jaringan kerja kolaboratif, mengembangkan pendekatan manejemen pengetahuan, serta pengembangan sistem informasi desa.

Sesi selanjutnya adalah tanya jawab yang direspon sangat “heboh” oleh peserta. Lebih dari 15 penanya, menanyakan berbagai strategi pembangunan, hubungan pemerintah desa dengan masyarakat sampai peran aktif masyarakat dalam menyusun rencana pembangunan desa.

Rangkaian kegiatan berakhir pukul 13.30, kemudian rombongan mengunjungi museum Naladipa dan Perpustakaan Jagad Aksara Desa Dermaji.