Tusriyani saat sedang membuat klanting milenium

Tusriyani saat sedang membuat klanting milenium

Tusriyani (31), warga RT 03 RW 1 Desa Dermaji dikenal sebagai salah satu pembuat cemilan yang dinamakan klanting milenium. Cemilan alami ini berbahan dasar singkong. Tusriyani sudah sekitar empat tahun memulai usaha ini bersama suaminya, Priyanto (36). Tusriyani mengaku tergerak untuk memulai usaha pembuatan klanting milenium setelah mendapatkan pelatihan “Pengolahan Makanan dari Singkong”, yang diselenggarakan oleh PNPM di Wisma PKK Desa Dermaji tahun 2010.

Singkong merupakan hasil bumi yang mudah sekali didapatkan di Desa Dermaji. “Sayang sekali kalau singkong yang ada di Desa dermaji ini tidak dimanfaatkan”, ungkap Tusriyani. Meski klanting milenium Tusriyani masih diolah secara tradisional, namun soal rasa tidak kalah dengan produk yang dijual di pasaran. Klanting milenium Tusriyani tanpa bahan pengawet. Rasanya gurih dan renyah, sehingga bisa dinikmati oleh anak-anak maupun manula. “Jangan khawatir giginya patah gara-gara makan klanting mileniun ini”, gurau Tusriyani sambil tersenyum.

Karena rasanya yang enak ini, klanting milenium Tusriyani banyak sekali peminatnya. Tusriyani memberikan label klanting mileniumnya dengan “Klanting Milenium Mama Yora”. Yora adalah nama dari anak perempuannya. Sehingga sekarang klanting milenium Tusriyani juga dikenal sebagai “Klanting Mama Yora”.

Tusriyani mengaku dalam sehari membutuhkan 20 kg singkong untuk dibuat klanting. Dari 20 kg singkong itu bisa menghasilkan kurang lebih 15 pack klanting. Satu pack isinya kurang lebih 9 ons. Klanting “Mama Yora” biasanya dipasarkan di warung-warung yang ada di Dermaji dan Pasar Karangpucung Kabupaten Cilacap. Harga satu pack 17.000 rupiah. Karena perminaan semakin meningkat, kini Tusriyani sudah mulai menggunakan mesin untuk mengolah klanting

(Penulis: Kader Posyandu Rahayu Desa Dermaji)