Mahasiswa KKN Unsoed berfoto bersama Kepala Desa dan Perangkat Desa Dermaji usai Pementasan Teater Bonang

Mahasiswa KKN Unsoed berfoto bersama Kepala Desa dan Perangkat Desa Dermaji usai Pementasan Teater Bonang

Dahulu Soekarno pernah mengguncang semangatpemuda Indonesia bahwasanya kekuatan 10 pemuda mampu merubah dunia. Kata penuh semangat tersebut hingga kini masih menjadi tumpuan semangat para generasi muda. Tak luput juga semangat yangdibawa 12 mahasiswa Unsoed yang melaksanakan kewajiban tri dharma perguruan tinggi melalui kegiatanKuliah Kerja Nyata (KKN).

Tosa, Azam, Arief, Eka, Mila, Tentri, Usi, Indah, Vita, Reni, Syifa dan Rica. Dua belas generasi muda selama tiga puluh lima hari berbaur dengan warga masyarakat Dermaji. Bertempat di rumah keluarga besar Pak Kuswanto, petualangan KKN mulai direncanakan. Segala program ditulis rapi pada matrik kegiatan. Bagi kami KKN di Desa Dermaji menghadirkan pengalaman yang menantang, selayaknya jalan turunan yang menyambut kami tepat setelah gapura Desa Dermaji.

Sambutan ramah para warga serta kebiasaan warga untuk senantiasa rembugan, nyatanya sangat membantu kami dalam melaksanakan semua kegiatan yang sudah rencanakan. Musyawarah desa yang menghadirkan seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat  dan perwakilan warga, pada awal kami datang, ternyata menjadi sarana yang efektif untuk saling berbagi dan memberikan masukan tentang program-program kegiatan yang akan dilaksanakan. Sempat beberapa pertanyaan dilontarkan kepada kami bahwa kebermanfaatan program yang dilaksanakan KKN terdahulu tidak menjamah semua kalangan yang ada di Desa Dermaji. Kekurangan ini membuat kami berpikir bahwa kehadiran KKN hanya sebatas pemantik semangat warga yang nantinya ditularkan kepada masyarakat yang belum menerima langsung program KKN.

Rebung, kacang dan rambutan. Tiga serangkai yang sangat akrab dengan menu makan kami. Resep ciamik dari Bu Bau dapat menyulap rebung menjadi makanan istimewa rasa bintang lima. Kami pikir beliau akan sukses apabila merintis karirnya sebagai koki warung makan. Kejutan kejutan dari warga lain tak mau kalah bersaing menyambut kami. Setiap kali kami mampir ke rumah warga, senyum hangat, teh manis dan rambutan ikut menyambut. Wah nikmatnya KKN kami…..

Bayu setyo nugroho, namanya menuai pujian para dosen kami saat pembekalan KKN. Imajinasi tentang Desa Dermaji sebelum kita datang berkunjung seakan menjadi hambatan dan pesimistis kami untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan desa. Apakah kami mampu ber-partner dengan program beliau ?? Begitulah pemikiran 12 anak KKN Dermaji. Kami akan selalu ingat tantangan beliau untuk menggelar pementasan teater di penghujung waktu KKN. YA !! kami generasi muda mampu menjawab tantangan beliau. Acara teater sekaligus perpisahan sukses digelar dan mendapat apresiasi dari warga Desa Dermaji.

Proses persiapan hingga pagelaran teater mengilhami anggota KKN untuk menggambarkan nikmatnya Desa Dermaji. Sebuah lagu berjudul “damai” pun akhirnya tercipta.

Sejuknya embun, di pagi hari

Tersenyum manis, damainya hati

Mata terpejam, hati bergumam

Kuingin tinggal lama lagi di sini

Kicauan burung menyeru merdu

Ciptakan alunan nada, yang amat syahdu

Mereka hidup, damai dan riang

Tanpa sentuhan nakal yang mengganggu

Desa yang indah.. desa yang elok

Desa yang tentram.. desa dermaji

Kubanggakan desa ini, kucintai alam ini

Semoga semua ini, tetap hingga nanti….

Doa sekaligus perasaan kami tentang Desa Dermaji semoga tergambarkan lewat lirik lagu tersebut.

Kami sadar masih banyak kekurangan pada segala hal yang kami lakukan di Desa Dermaji, kami juga sadar masih banyak “pekerjaan rumah” bagi kami untuk memulai hidup bermasyarakat. Hikmah serta pelajaran yang kami dapat dari KKN kali ini semoga bermanfaat bagi kehidupan kami nanti. Dan apa yang telah kami perbuat pada desa ini dapat bermanfaat untuk kesejahteraan warga Desa Dermaji.

Kami bangga denga Desa Dermaji.