DERMAJI.DESA.ID – Desa Dermaji dengan inovasinya Desa Demit (Desa Dermaji Melek Informasi dan Teknologi) meraih penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian PANRB dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019.

Penghargaan diberikan secara langsung oleh Menteri PANRB, Syafruddin, kepada Bupati Banyumas, Ahmad Husein dalam sebuah acara bertajuk “Awarding Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2019“, di Hotel Gumaya Tower, Semarang, Kamis (18/7/2019).

Hadir juga pada acara tersebut Asisten Administrasi Setda Kabupaten Banyumas (Nugroho Purwoadi), Kabag Organisasi Setda Kabupaten Banyumas (Titik Puji Astuti), Kepala Dinsospermasdes Kabupaten Banyumas (Kartiman), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas (Sadiyanto), Camat Lumbir (Rojingun), dan Kepala Desa Dermaji, (Bayu Setyo Nugroho).

Desa Demit adalah inovasi yang berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pembangunan desa serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wujud inovasinya yaitu, pertama, pemanfaatan website desa (www.dermaji.desa.id) sebagai media informasi, transparansi, serta promosi potensi dan produk desa. Kedua, pengembangan dan pemanfaatan aplikasi sistem informasi desa untuk mendukung kegiatan pelayanan administratif dan perencanaan pembangunan desa. Dan yang ketiga, pemanfaatan teknologi qrcode dan juga media sosial untuk mempermudah akses informasi.

Untuk Kabupaten Banyumas sendiri, selain Desa Demit ada tiga inovasi lain yang mendapat penghargaan. Ketiganya yaitu PATTAS SOSIAL MITRA KURIR LANGIT (Penanganan Cepat, Tanggap, dan Tuntas dalam Pendampingan Warga Miskin Penderita Sakit Kronis) dari Dinsospermasdes, PSC 119 (Public Safety Center 119) – Satria (Sistem Aplikasi Terpadu Rujukan, Informasi Kesehatan dan Ambulans Gawat Darurat Kabupaten Banyumas) dari Dinas Kesehatan, dan SASKIA GOTAK (Smart Aplikasi Kesehatan Ibu dan Anak Go 0 Tidak Ada Kematian Ibu dan Anak) dari Puskesmas Kebasen.

KIPP merupakan salah satu strategi yang dilakukan Kementerian PANRB untuk mengakselerasi peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia. KIPP pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014. Pada tahun ini masuk ke kompetisi ke enam.
Di tahun 2019 ada peningkatan jumlah proposal yang terdaftar dalam sistem Sinovik untuk mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP), dari 2.824 pada tahun 2018, menjadi 3.156 di tahun 2019.

57 Shares