“Menjadi Kepala Desa memberikan ruang yang lebih luas kepada saya untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang saya pelajari semasa kuliah, terutama ilmu administrasi dan kebijakan publik. Saya menjadi lebih tahu apa itu kebijakan publik, bagaimana merumuskannya, bagaimana mengimplementasikannya dan mengevaluasinya,” ungkap Bayu Setyo Nugroho, S.Sos Kades Dermaji Kecamatan Lumbir.

Bayu adalah salah satu putra terbaik Unsoed yang yang memberikan makna tidak sebatas wacana belaka. Bayu adalah alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yang mengabdikan diri di tanah kelahirannya sebagai orang nomor satu di Desa Dermaji. Dedikasinya ini tak lain untuk mewujudkan keinginannya membawa Dermaji mejadi desa yang maju dan sejahtera, serta penuh kedamaian.

Bagi jebolan Administrasi Negara Tahun 1999 ini, kemajuan desa haruslah memiliki karakter budaya. “Saya meyakini banyak sekali nilai-nilai budaya luhur yang diwariskan oleh nenek moyang kita, yang sepatutnya kita lestarikan dan pertahankan, “ungkap Bayu yang menjabat sebagai kepala Desa sejak tahun 2005.

“Nilai-nilai tersebut bahkan bersifat fundamental yang mampu memberikan sebuah cara pandang yang utuh menyeluruh untuk membangun individu, masyarakat dan bangsa yang baik serta berkualitas,” tegas suami dari Siti Zulaechah dan ayah dari Yuanita Aura Dewi ini.

Terobosan Bayu dalam manajemen perdesaan patut diacungi jempol. Pemerintah Desa Dermaji kini menggunakan piranti lunak sistem terbuka dalam rangka mendukung layanan bagi masyarakat. “Setidaknya ada tiga alasan, yakni ekonomi, legal formal dan jati diri atau identitas, “ungkap kepala desa yang semasa mahasiswa aktif di berbagai kegiatan baik intra maupun ekstra univeritas.

Bayu mengungkapkan, secara ekonomis, pemanfaatan piranti tersebut sangat efisien, karena selain gratis, mudah didapatkan dan aman dari virus. “Anggaran desa lebih hemat, karena tidak perlu membeli software atau biaya install ulang,”tuturnya.

Selain itu, menurut kepala desa yang juga memiliki akta mengajar ini menambahkan, ini merupakan penegasan jati diri atau identitas kita, bahwa kita tidak sebatas sebagai konsumen tetapi dengan model open source ini, kita bisa berkreasi lebih banyak.

Saat ini, Pemerintah Desa Dermaji telah memiliki situs yang bisa diakses publik, yakni www.dermaji.or.id dalam situs ini, Bayu bersama jajarana desa berusaha untuk berkomunikasi dengan publik secara lebih informatif melalui media tekhnologi informasi tersebut. Informasi tentang profil administratur, potensi desa, agneda masyarakat dan opini warga terfasilitasi (Yhon Ctgl. “di kutip dr Radar Banyumas edisi Selasa Wage 28-08-2012 rubrik TELADAN”)