image

Gerakan Desa Membangun (GDM), Sabtu (9/11/2013) menggelar acara diskusi bertajuk “Bedah RUU Desa dan Peluncuran Sekolah Desa Membangun”. Acara diselenggarakan di Sekretariat Gerakan Desa Membangun/Rumah Desa Indonesia yang beralamat di Dusun Rawa Salak Desa Pangebatan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas.  Hadir sebagai peserta diskusi adalah perwakilan desa-desa dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Ciamis dan juga Pacitan (Jawa Timur), serta Blogger dari Banyumas maupun Cilacap.  Dari Desa Dermaji sendiri hadir 6 orang delegasi yang terdiri dari Bayu Setyo Nugroho (Kepala Desa), Wasito (Ketua LPMD), Harry Haryono Caryono, Fitri Yoeliani, Widji Setyo Utami (ketiganya Perangkat Desa), serta Haryono (Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa).

Acara diskusi dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memahami bersama substansi RUU Desa.  Seperti diketahui RUU Desa sudah masuk pada pembahasan akhir dan direncanakan pada akhir tahun 2013 ini akan disahkan menjadi Undang-Undang (UU).  Dalam RUU Desa tadi banyak hal-hal baru yang sebelumnya tidak diatur dalam UU yang mengatur tentang Desa, yaitu UU No. 32 Tahun 2004.  RUU Desa yang sedang dibahas menyiratkan kewenangan yang lebih besar kepada desa.  RUU Desa juga mengamanatkan adanya anggaran yang relatif besar yang diberikan untuk desa yang bersumber dari APBN.  Agar desa siap melaksanakan kewenangan-kewenangan yang diberikan serta dapat mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel maka upaya pemahaman terhadap RUU Desa sangat perlu dilakukan. 

Desa-desa juga perlu ditingkatkan kecakapannya dalam melakukan tata kelola anggaran maupun tata kelola sumberdayanya, sehingga ketika RUU Desa itu sudah disahkan menjadi UU, akan betul-betul menjadi berkah untuk masyarakat desa dan bukan sebaliknya malah menjadikan musibah.  Untuk meningkatkan kecakapan itulah, maka GDM juga meluncurkan Sekolah Desa Membangun (SDM).  SDM adalah lingkar belajar bagi desa-desa untuk menciptakan berbagai inisiatif terkait penerapan pelayanan prima, akuntabilitas dan transparansi anggaran desa, tata kelola sumberdaya desa serta pemberdayaan masyarakat desa.

Acara diskusi dipandu oleh Yossy Suparyo (pegiat GDM) dengan menghadirkan beberapa fasilitator, yaitu Farid Hadi (ACCESS), Sungging Septivianto (DKN), Agung Budi Satrio (inisiator GDM), serta Irsyadul Ibad (Direktur Infest).

%d blogger menyukai ini: