Kabid Pemerintahan Desa BPMPD Kabupaten Bandung sedang memberikan sambutan pengantar kunjungan belajar para Kepala Desa dari Kabupaten Bandung

Kabid Pemerintahan Desa BPMPD Kabupaten Bandung sedang memberikan sambutan pengantar kunjungan belajar para Kepala Desa dari Kabupaten Bandung

DERMAJI.DESA.ID – Sebanyak dua puluh Kepala Desa (Kades) dari Kabupaten Bandung Jawa Barat, Senin (21/9/2015) melakukan kunjungan belajar ke Desa Dermaji. Dalam kunjungannya, ke dua puluh Kades tersebut didampingi oleh beberapa Camat dan pejabat Pemerintah Kabupaten Bandung. Rombongan diterima oleh Kades Dermaji di Pendopo Darmokusumo. Kunjungan belajar para Kades dari Kabupaten Bandung ke Desa Dermaji diinisiasi oleh lembaga sosial “Save the Children”.

Save the Children adalah organisasi internasional independen yang memfokuskan diri bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup anak demi masa depan yang lebih cerah.

Bambang Sukmawijaya, Kabid Pemerintahan Desa, BPMPD Kabupaten Bandung dalam sambutan pengantarnya mengatakan, maksud kedatangan rombongan dari Bandung adalah untuk belajar bersama dan menggali informasi seputar tata laksana pembangunan yang dilakukan di Desa Dermaji, khususnya pembangunan bidang kesehatan.

Selain rombongan dari Kabupaten Bandung, hadir juga pada acara tersebut Camat Lumbir (Wisnu Budi Santoso), Kasi Pembangunan Kecamatan Lumbir (Darsun), Kasi Tramtib Kecamatan Lumbir (Edi Wardoyo), Pimpinan BPD Dermaji, Ketua LPMD Dermaji, Bidan Desa, Kader Posyandu, KPMD, serta beberapa tokoh masyarakat Desa Dermaji.

Setelah ramah tamah, makan siang dan menyaksikan bersama film dokumenter tentang Desa Dermaji, acara dilanjutkan dengan presentasi oleh Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho. Di awal presentasi Bayu menjelaskan bahwa lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah memberikan peluang sekaligus tantangan yang besar bagi desa untuk melakukan percepatan pembangunan sehingga kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud.

Bayu kemudian menceritakan pengalaman tata kelola pembangunan di Desa Dermaji, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Dari presentasi yang disampaikan Bayu, partisipasi masyarakat atau tingkat keswadayaan menjadi kata kunci penting yang membuat pelaksanaan seluruh kegiatan pembangunan di Desa Dermaji bisa berjalan cepat dan baik.

Pada kesempatan itu Bayu juga berbagi cerita tentang inisiatif mendirikan museum desa. Menurut Bayu museum desa bisa menjadi tempat pembelajaran yang baik bagi anak-anak untuk mengetahui kehidupan masyarakat Dermaji masa lampau. Museum desa juga bisa menjadi sarana memperkenalkan dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh serta berkembang di Desa Dermaji lanjut Bayu.

“Museum desa dapat menjadi penghubung pengetahuan antar generasi”, ungkap Bayu.

Dalam bidang kesehatan dan sanitasi, Bayu mengatakan bahwa masih ada beberapa persoalan yang dihadapi di Desa Dermaji. Persoalan itu seperti misalnya masih ada masyarakat yang buang air besar (BAB) di sungai, masih ada masyarakat yang buang sampah sembarangan, fasilitas Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) masih minim, akses terhadap air bersih masih terbatas, dan sebagainya.

Namun ditengah persoalan itu, lanjut Bayu, Desa Dermaji optimis bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan cepat karena Desa Dermaji memiliki berbagai potensi. Ada kader Posyandu yang militan, ada sarana prasarana Posyandu yang sudah cukup memadahi, ada jaringan air bersih meski belum bisa diakses semua rumah tangga, partisipasi masyarakat tinggi, dan sebagainya.

“Di Desa Dermaji ada tujuh gedung Posyandu yang sebagian besar sudah permanen dan dibangun dengan swadaya murni masyarakat. Bahkan salah satu Posyandu, yaitu Posyandu Rahayu beberapa waktu lalu membeli tanah yang rencananya akan digunakan sebagai gedung Pos PAUD”, jelas Bayu.

Setelah presentasi dari Kades Dermaji, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Tanya jawab berlangsung sekitar 45 menit dalam suasana penuh kekeluargaan. Setelah tanya jawab selesai, acara ditutup oleh pembawa acara, Harry Haryono.

Selanjutnya rombongan dari Kabupaten Bandung berkesempatan mengunjungi museum desa, perpustakaan desa, sentra budi daya ternak kambing, serta melihat sarana prasarana sosial lainnya, seperti wisma PKK, Posyandu, dan sebagainya.