Dari umbul adalah istilah sebuah permainan yang dimainkan oleh anak-anak pada jaman dahulu di Desa Dermaji baik laki-laki atau perempuan. Umbul  dapat dimainkan lebih dari 2 orang karena lebih banyak akan lebih ramai lagi permainannya. Menurut nara sumber sejak tahun 1950an umbul ini sudah ada dan biasa dimainkan jaman dulu.

Alat yang digunakan untuk umbul adalah bola kecil yang bisa memantul seperti bola pingpong, bola karet/bal cenil dan batu kerikil/pecahan genteng/biji gongseng sesuai yang dikehendaki. Jenis permainan umbul bermacam-macam antara lain:

  1. Permainan umbul dilakukan sambil duduk diatas lantai yang bisa membuat bola memantul dengan bal cenil dan 6 buah biji gongseng. Giliran main diundi dengan hompimpa terlebih dahulu. Setelah semuanya sudah mempunyai nomor giliran main maka permainan dimulai dari yang pertama main. Kerikil dipegang ditangan kanan beserta bola tersebut. Bola dilempar ke atas sambil kerikil disebar dilantai, setelah bola memantul segera ditangkap tangan kanan lagi. Apabila bola tersebut lepas tidak bisa ditangkap maka giliran nomor berikutnya yang main atau istilahnya “JUP”. Kerikil setelah disebar diambili kembali dengan cara memantulkan bola tersebut. Mulai dari mengambil satu-satu (dong sijian) sampai habis kemudian disebar lagi, diambil dua-dua (dong loroan) dan seterusnya sampai ke enam. Yang lolos bisa sampai ke enam itu yang menang. Permainan umbul yang ini bisa ada pasangannnya (anakan) yang bertugas menampung biji gongseng dengan kedua tangannya kemudian disebarkan ke lantai lagi.
    1. Korean

Jenis umbul ini dimainkan oleh satu kelompok (anakan) bisa lebih dari 1 anak yang ikut. Masing-masing duduk sebaris sesuai yang diinginkan dengan main anaknya dulu atau bersamaan. Gongseng yang digunakan banyak dengan dikoreh kearah anak-anaknya. Kemudian diambil sesuai yang diinginkan asalkan tidak menyentuh biji (istilah : mil)lainnya karena akan mati (jup), sedangkan memainkan bolanya seperti umbul lainnya. Setelah mati semua baru diganti oleh kelompok lainnya dengan sisa biji yang belum keambil, dan seterusnya sampai habis. Yang menang yang mendapatkan biji terbanyak kemudian mendapat giliran main pertama.

  1. Jenis umbul yang satu ini dilakukan sambil berdiri, dengan cara memantulkan bola dengan tangan ke lantai kemudian dipantulkan lagi sampai selesai. Yang pertama (dong siji) bola dipantulkan sampai hitungan ke-6, dong loro (2) bola dipantulkan kemudian sambil tepuk satu kali, dong telu (3) sambil tepuk dua kali, dong papat (4) sambil tepuk satu kali ke depan dan belakang badan,  dong lima (5) sambil tepuk dari belakang badan dan depan badan, semuanya sampai hitungan ke-6.  Ada juga yang sambil tepuk dibawah kaki yang diangkat bergantian sampai hitungan ke-6. Kalau bola sampai tidak bisa dipantulkan atau jatuh berarti mati (jup) dan diganti pemain berikutnya. (Yhon Ctgl/Mamie Dmj)