Semprong, alat pengobatan gigi tradisional

Sakit gigi sangat mengganggu aktifitas kita dalam sehari-hari, dibawa istirahat pun akan terasa sakit yang tidak bisa ditahan. Di Desa Dermaji ada salah satu pengobatan sakit gigi yang dilakukan oleh Ibu Warkinah yang lebih dikenal dengan panggilan Eyang Ris yang beralamat di RT 001 RW 03 Cibingglu dengan cara lain daripada yang lain yaitu dengan cara diseprong. Sudah puluhan tahun Eyang Ris mengobati orang yang sakit gigi tidak hanya dari Desa Dermaji tetapi dari lain wilayah seperti dari Lumbir, Wanasri, Cilombang, Wangon bahkan ada yang dari Jogja, dan hasilnya Alhamdulillah sembuh. Sejak tahun 1980-an sudah mulai mengobati orang lara untu, tetapi terkenal mulai tahun 1990-an.

Awal mula Eyang Ris mengobati sakit gigi/lara untu karena pengalaman pribadinya yang saat itu mengalami lara untu yang tak kunjung sembuh, sampai dibawa berobat ke Cimendong Karang Pucung. Sejak saat itu Eyang Ris  berniat untuk ingin menolong mengobati orang yang sakit gigi/lara untu seperti yang pernah dialaminya. Kalaupun itu sembuh itu adalah kehendak Alloh sebagai perantaranya Dia (jodone). Eyang Ris juga melakukan rialat/priatin dengan cara puasa ataupun ngasrep (hanya makan nasi putih).

Alat yang digunakan untuk mengobatinya antara lain pecahan genting/gendeng, ciri/cobek dari tanah liat, torong ukuran besar, biji terong aor yang telah kering dan minyak goring/lenga klentik. Caranya genteng dibakar diatas bara api supaya panas, setelah itu ditaruh diatas ciri diberi beberapa biji terong diatasnya dan lenga klentik dan ditutup torong. Setelah dikasih doa oleh Eyang Ris orang yang menderita lara untu disuruh meniup kukus (diemut dan disemburkan) dari lubang torong tadi beberapa kali atau sekuatnya. Hasilnya setelah selesai torong tersebut dibuka akan tampak ada beberapa benda berbentuk seperti ampas kelapa warna putih bercabang  disebut ulat yang keluar dari gigi yang menyebabkan sakit tersebut. Hal itu dilakukan tidak cuma sekali, akan tetapi berulang-ulang sampai tidak ada ulat yang muncul lagi. Setelah tidak ulat yang muncul lagi si penderita diberi air minum yang telah diberi doa untuk kesembuhannya untuk meminumnya saat itu juga.

Pasien yang paling banyak datang pas lebaran, sehari pernah sampai 5 orang. Ada  pasien yang hanya minta air yang telah didoain Eyang Ris untuk mengobati lara untu anaknya yang masih kecil dan ada membawa kemenyan yang minta didoain untuk dibawa merantau karena takut lara untunya kambuh diperantauan. (Mamie Dmj)

0 Shares