Parut adalah alat tradisional yang dirancang khusus untuk menghaluskan atau memperkecil partikel suatu benda yang dikatagorikan benda lunak ( amoh) tapi tidak lembek. Alat ini digunakan oleh para ibu rumah tangga sebelum ada alat modern berupa penggilingan. Saat inipun masih banyak ibu rumah tangga yang menggunakan alat ini.

Pembuatan parut merupakan hal yang mudah namun ada jurus – jurus tertentu dan bahannyapun sangat sederhana.

Bahan :

Untuk membuat parut diperlukan bahan dan alat :

1. Sebuah seng yang dibentuk persegi panjang dengan ukuran panjang + 30 cm dan lebar + 15 cm. Seng tersebut biasanya diambil dari kaleng bekas cat ( sejenisnya) atau seng yang sengaja digunting dengan ukuran tersebut.

2. Kayu bernentuk balok kecil panjang + 150 cm, lebar + 3 cm dan tinggi + 4 cm. Kayu tersebut dirancang untuk menempatkan seng tersebut.

3. Paku  reng ( + 4 cm )yang dibentuk khusus yaitu ujung paku diruncingkan bulat agar lubang yang dibuat pada seng timbulnya merata.

4. Paku reng biasa yang digunakan untuk merancang / menyatukan kayu yang digunakan untuk meletakan seng.

Cara pembuatan

a. Seng yang telah dibentuk persegi panjang dibuat lubang dengan menggunakan paku yang ujungnya bulat runcing.

b. Cara membuat lubang dimulai dari salah satu ujung seng dan alurnya miring bukan rata dan  jarak 1 cm dibuat 3 lubang. Tujuan dibuat miring adalah agar parut menjadi tajam bial dibandingkan dengan yang alurnya rata.

c. Pembuatan lubang pada seng, pertama tidak boleh terlalu besar tujuannya setelah parut lama digunakan dan sudah tidak tajam lagi, maka lubang tersebut ditambah dengan paku yang semula digunakan untuk melubangi kembali. Hal ini bisa diulang beberapa kali sebelum lubangnya besar.

d. Kayu dibuat berbentuk segi empat dengan panjang + 50 – 60 cm dan  lebar + 13 – 18 cm. Pembuatanya disesuaikan dengan panjang dan lebar seng, karena kayu ini digunakan untuk menempatkan seng yang telah dilubangi tersebut. Pada ujungnya disisakan untuk ditempatkan pada tatakan untuk menampung hasil parutandan salah satunya untuk ditempelkan dibadan pemarut.

Fungsi

Parut berfungsi untuk menghaluskan atau memperkecil partikel barang yang tidak terlalu keras tetapi tidak lembek seperti singkong, talas, ubi jalar, kelapa dll. Bahkan sebelum ada penggilingan para pengrajin tepung tapioka cara menghaluskan singkong dengan alat ini. Mereka mampu memarut singkong lebih dari satu kwintal dalam satu hari. Sedangkan ibu rumah tangga sering menggunakan alat ini apabila akan membuat :

Ondol yang terbuat dari singkong.

Bergedel yang terbuat dari talas.

Santan

Minyak kelapa dll. (Sumber Ny. Kasmiarto Citunggul)