DERMAJI.DESA.ID – Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho, Senin (27/1/2019) melaksanakan kegiatan sosialisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran 2020 (APB Desa 2020). Sosialisasi dilakukan di Pendopo Darmokusumo yang diikuti lebih dari 100 orang yang berasal dari unsur BPD, RT, RW, Linmas, Kader PKK, Kader Posyandu, Kader Pos Paud, pengurus lembaga kemasyarakatan desa, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan tokoh pemuda.

Bayu mengatakan, Peraturan Desa Dermaji tentang APB Desa 2020 telah ditetapkan pada 31 Desember 2019.

Perdes tersebut memuat rincian pendapatan dan belanja desa serta penerimaan dan pengeluaran pembiayaan untuk tahun 2020.

Pada tahun 2020, asumsi pendapatan desa Dermaji sebesar Rp. 3.204.660.916,-.

Pendapatan desa tersebut berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp. 85.000.000,- (2,65%), Dana Desa (DD) sebesar Rp. 1.583.886.000,- (49,42%), Bagian dari Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHP) sebesar Rp. 81.153.210,- (2,53%), Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp. 610.621.706,- (19,05%), Bantuan Keuangan Provinsi (BANPROV) sebesar Rp. 280.000.000,- (8,74%), Bantuan Keuangan Kabupaten (BANKAB) sebesar Rp. 560.000.000,- (17,48%), dan Pendapatan Lain-lain sebesar Rp. 4.000.000,- (0,13%).

Pendapatan desa di tahun 2020 dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan di segala bidang. Setidaknya ada sembilan bidang umum yang mendapatkan prioritas penganggaran.

Ke sembilan bidang itu, yaitu (1) bidang penyelenggaraan pemerintahan umum, (2) bidang penguatan partisipasi, sosialisasi dan pengembangan basis data desa, (3) bidang pendidikan, (4) bidang kesehatan dan lingkungan hidup, (5) pengembangan seni budaya dan olah raga, (6) pembangunan infrastruktur, (7) pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana, (8) pemberdayaan ekonomi, serta (9) bidang keamanan, ketertiban dan perlindungan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur (jalan) memang masih menempati posisi teratas untuk besaran anggarannya, yakni mencapai 38,55%, yang disusul bidang penyelenggaraan pemerintahan umum yakni sebesar 22,07%.

Selanjutnya secara berturut-turut di bawahnya yaitu bidang kesehatan 13,07%, bidang pendidikan 10,15%, pengembangan seni budaya dan olah raga 8,72%, dukungan untuk penguatan partisipasi, sosialisasi, dan pengembangan basis data desa 3,37%, pemberdayaan ekonomi 1,65%, pemberdayaan perempuan dan KB 1,65%, serta bidang keamanan, ketertiban dan perlindungan masyarakat 0,77%.

Selain pembangunan fisik, pembangunan non fisik berupa peningkatan kapasitas masyarakat juga terus dilakukan.

Beberapa kegiatan peningkatan kapasitas yang akan dilakukan diantaranya yaitu sekolah peternak desa, pelatihan kepemimpinan bagi pemuda, pelatihan pengembangan umkm, pelatihan kader kesehatan, pelatihan bagi tutor pos paud dan TK, peningkatan kapasitas guru TPQ, dan lain-lain.

Sementara itu, di bidang seni budaya dan olah raga, beberapa kegiatan yang akan dilakukan antara lain, pengembangan sanggar seni, pengadaan alat musik gamelan, pengembangan sekolah sepak bola dan bola voli, serta pekan olah raga desa tahun 2020 (Pordes 2020).

95 Shares