Kades Dermaji bersama Babinsa Desa Dermaji nampak sedang meninjau lokasi jalan utama wilayah Dusun 2, tepatnya di wilayah Grumbul Citunggul yang longsor.

Kades Dermaji bersama Babinsa Desa Dermaji nampak sedang meninjau lokasi jalan utama wilayah Dusun 2, tepatnya di wilayah Grumbul Citunggul yang longsor.

DERMAJI.DESA.ID – Jalan utama di wilayah Dusun 2 yang terputus akibat longsor saat terjadinya hujan lebat pada akhir tahun 2014, sebentar lagi bisa dilalui. Jalan yang tepatnya berada di sebelah barat TK Pertiwi Dermaji 2 (Citunggul), awal bulan September ini mula diperbaiki. Talud sepanjang lebih dari 13 meter dengan ketinggian 6,5 meter akan dibangun pada lokasi yang longsor. Selain talud di lokasi itu juga akan dibangun saluran sepanjang 15 meter dan gorong-gorong plat sepanjang 6 meter. Pembangunan talud jalan penghubung antar grumbul di wilayah Dusun 2 tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.

Sumber dana untuk pembangunan talud berasal dari APB Desa Dermaji, yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2015 dengan nilai sebesar Rp. 159.000.000,-. Angaran sebesar itu digunakan untuk perencanaan, operasional TPK, pembayaran tukang dan pembelian material yang sudah plus pajak (PPN dan PPh).

Pelaksanaan pembangunan talud jalan di wilayah Dusun 2ini telah berpedoman pada Peraturan Bupati Banyumas Nomor 21 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Desa. “Ini adalah kegiatan pembangunan yang pelaksanaannya telah mengacu pada Perbup 21 Tahun 2015”, jelas Harry Haryono Caryono, Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

Nasikin selaku penanggung jawab teknis kegiatan mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan talud diperkirakan akan selesai dalam waktu 35 hari kalender. Ia menambahkan salah satu kendala yang dihadapi dalam pembangunan talud ini adalah medan/lokasi yang sangat sulit dengan struktur tanah yang labil, sehingga harus dikerjakan dengan teknik yang lebih cermat. “Mudah-mudahan kendala-kendala yang ada bisa diatasi”, tegas Nasikin.

Ismo Guntomo warga RW 5 mengatakan, jalan ini memang dibutuhkan sebagai jalan utama dan menjadi jalur ekonomi dari Grumbul Pangkalan sampai Sirongge. “Memang ada jalan tanah dari RT 01 RW 5 yang tembus ke RT 04 RW 4 atau sebaliknya, tapi hanya untuk roda dua dan itu pun kalau musim penghujan sangat licin, sehingga sangat berbahaya bagi pengendara motor”, lanjut Ismo.

Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho berharap pembangunan talud jalan Citunggul bisa sesuai perencanaan, tepat waktu dan bila sudah jadi bisa bermanfaat bagi masyarakat.