20160915_102939 newMenyikapi era digital dan demi menunjang percepatan perekonomian dan pembangunan  di desa,   Kemendesa PDTT memberikan pelatihan aplikasi Desa Online sebagai sarana memperkenalkan kondisi dan potensi desa  seluruh Indonesia.

Untuk Wilayah Jawa Tengah, Pelatihan Desa Online di laksanakan selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (15-17/9/2016), di Java Heritage Hotel Purwokerto yang diikuti oleh 5 Kabupaten yakni Banyumas, Cilacap, Wonosobo, Semarang dan Gunung Kidul. Dari Kabupaten Banyumas sendiri diikuti oleh 6 Desa yaitu, Dermaji-Lumbir, Melung-Kedungbanteng, Ketenger-Baturraden, Susukan-Sumbang, Kalisari-Cilongok dan Gumelar. 

Dalam sambutan pembukaan, M. Nurdin, Kepala Badan  Pengembangan Penelitian Pelatihan Dan Informasi (Balilatfo) Kemendesa PDTT mengatakan bahwa “Kita harus bergerak cepat. Program ini sudah berjalan, dan kita langsung melakukan pelatihan untuk para user (pengguna) di daerah. Untuk tahun 2016 ini kita persiapkan 200 perwakilan desa yang kita latih”.  “Aplikasi desa online ini yang akan mampu  mempercepat desa membangun”, tegas M.Nurdin

Diharapkan dengan adanya aplikasi desa berbasis web ini, desa-desa di Indonesia tak lagi terisolasi dan akan lebih melek tekhnologi. Karena sudah ada akses informasi untuk memperkenalkan potensi desa secara cepat sampai ke desa lainnya hingga seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Pusat Data dan Informasi, Helmiati Nuhung menambahkan, dalam pelatihan ini peserta akan diajarkan   berbagai cara mengunggah berita tentang potensi- potensi yang dihasilkan oleh warga desa. “Potensi desa tidak akan terekspos dan dikenal lebih luas jika tidak diberitakan secara rutin,” ujarnya.

Diakhir sesi hari pertama, peserta kebanyakan sudah bisa memahami aplikasi dan praktek penggunaan aplikasi Desa Online secara keseluruhan yang terkait dengan berbagai konten. Misalnya, mengisi konten profil desa yang berisikan tentang info penduduk dan batas wilayah. Kemudian,  mengisi konten kegiatan desa yang berisikan tentang berbagai kegiatan warga di desa.